07 Maret 2009

sejarah dan informasi

Kabupaten Trenggalek

Trenggalek adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya ialah Kota Trenggalek. Kabupaten ini menempati wilayah seluas 1.205,22 km² yang dihuni oleh ±700.000 jiwa.

Geografi

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang ada di pesisir pantai selatan dan mempunyai batas wilayah:
Kabupaten Trenggalek
Lambang Kabupaten Trenggalek
Berkas:Locator_kabupaten_trenggalek.png Peta lokasi Kabupaten Trenggalek Koordinat :
Motto:
Provinsi Jawa Timur
Ibu kota Kota Trenggalek
Luas 1.205,22 km²
Penduduk
· Jumlah 700.000 jiwa
· Kepadatan - jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan
· Desa/kelurahan
Dasar hukum -
Tanggal -
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati
Kode area telepon 0355
APBD {{{apbd}}}
DAU -
Kabupaten Trenggalek terletak antara 111° 24' dan 112° 11' Bujur Timur dan antara 7° 53' dan 8° 34' Lintang Selatan. sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan Ponorogo, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung, sebelah Selatan Samudra Indonesia dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pacitan dan Ponorogo. Luas Trenggalek 126.140 Ha, terdiri dari 1/3 bagian dataran rendah, 2/3 wilayah pegunungan dengan jenis tanah mediteran, gromosol, andasol, aluvial, dan laterit. Menurut sistem Schmid dan Ferguson, Trenggalek beriklim Tipe C, musim kemarau antara 4 sampai 7 bulan dan curah hujan rata-rata 2.900 mm/tahun. Ketinggian dari permukaan air laut antara 0.00 meter sampai 1.500 meter dengan kemiringan antara 7% sampai 40%. Kabupaten Trenggalek terdiri dari 14 Kecamatan, 152 desa dan 5 kelurahan. Berbagai potensi sumber daya alam yang dapat didayagunakan antara lain bahan tambang: marmer, mangaan, kaolin, piropilit, batu bobos, dll. Produksi pertanian berupa padi, kedelai, kacang tanah, jagung. Hasil perkebunan antara lain kopi, cengkeh, kakao, kelapa, pisang, manggis, salak dan durian. Salah satu hasil hutan adalah getah pinus. Dan, yang tak kalah menarik dan besar potensinya adalah OBYEK WISATA. Pemerintahan

Kabupaten Trenggalek terdiri dari 14 kecamatan yaitu:

  1. Bendungan
  2. Dongko
  3. Durenan
  4. Gandusari
  5. Kampak
  6. Karangan
  7. Munjungan
  8. Panggul
  9. Pogalan
  10. Pule
  11. Suruh
  12. Trenggalek
  13. Tugu
  14. Watulimo
Sejarah Kota Trenggalek
Berdasar pada Kitab Babon Sejarah Trenggalek, Kabupaten trenggalek telah dihuni manusia sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada jaman pra-sejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan telah ditemukannya artifak-artifak jaman batu besar seperti: Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain. Benda-benda tersebut tersebar di daerah-daerah yang terpisah yang dimungkinkan di daerah tersebut adalah jalur perjalanan manusia Pemula. Berdasar data tersebut disimpulkan bahwa, perjalanan manusia Pemula berasal dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan melalui jalur:
a. Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung.
b. Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung.
c. Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi, dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.
Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia. Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 Masehi, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal. Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwikramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan, dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
Sejarah Singkat Pemerintahan
Seperti halnya daerah-daerah lain, di jaman itu Kabupaten Trenggalek juga pernah mengalami perubahan wilayah kerja. Beberapa catatan tentang perubahan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Dengan adanya Perjanjian Gianti tahun 1755, Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kabupaten Trenggalek seperti didalam bentuknya yang sekarang ini, kecuali Panggul dan Munjungan, masuk ke dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Sedangkan Panggul dan Munjungan masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan yang berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.
b. Pada tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles 1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda termasuk juga Panggul dan Munjungan.
c. Pada tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada dalam wilayah kekuasaan Bupati ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923.
Alasan atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda. Wilayahnya dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah Pembantu Bupati Trenggalek, Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung sampai dengan pertengahan tahun 1950. Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek menemukan bentuknya kembali sebagai suatu daerah Kabupaten di dalam Tata Administrasi Pemerintah Republik Indonesia. Saat yang bersejarah itu tepatnya jatuh pada seorang Pimpinan Pemerintahan (acting Bupati) dan seterusnya berlangsung hingga sekarang. Seorang Bupati pada masa Pemerintahan Hindia Belanda yang terkenal sangat berwibawa dan arif bijaksana adalah MANGOEN NEGORO II yang terkenal dengan sebutan KANJENG JIMAT yang makamnya terletak di Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan. Menurut bukti administrasi yang ada di Bagian Pemerintahan Kabupaten Trenggalek, nama-nama Bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Trenggalek adalah:
a. Jaman Trenggalek Awal
1. Sumotruno (menjabat tahun 1793)
2. Djojonagoro (menjabat tahun ...)
3. Mangoen Dirono (menjabat tahun ...)
4. Mangoen Negoro I (menjabat tahun 1830)
5. Mangoen Negoro II (menjabat tahun ... - 1842)
6. Arjokusumo Adinoto (menjabat tahun 1842 - 1843)
7. Puspo Nagoro (menjabat tahun 1843 - 1845)
8. Sumodiningrat (menjabat tahun 1845 - 1850)
9. Mangoen Diredjo (menjabat tahun 1850 - 1894)
10. Widjojo Koesoemo (menjabat tahun 1894 - 1905)
11. Poerba Nagoro (menjabat tahun 1906 - 1932)
b. Jaman Trenggalek Manunggal
Dengan manunggalnya kembali wilayah Pembantu Bupati di Panggul dengan wilayah Pembantu Bupati di Trenggalek, Karangan dan Kampak, maka pada jaman itu Trenggalek merupakan daerah Administrasi dalam arti mempunyai wilayah kekuasaan sendiri dan tidak bergabung dengan daerah Kabupaten lainnya. Adapun Bupati yang pernah menjabat pada masa itu hingga sekarang adalah:
1. Noto Soegito (menjabat tahun 1950)
2. R. Latif (menjabat tahun 1950)
3. Muprapto (menjabat tahun 1950 - 1958)
4. Abdul Karim Dipo Sastro (menjabat tahun 1958 - 1960)
5. Soetomo Boedi K. (menjabat tahun 1965)
6. Hardjito (menjabat tahun 1965 - 1967)
7. Muladi (menjabat tahun 1967 - 1968)
8. Sotran (menjabat tahun 1968 - 1974)
9. Much. Poernanto (menjabat tahun 1974 - 1975)
10. Soedarso (menjabat tahun 1975 - 1985)
11. Haroen Al Rasyid (menjabat tahun 1985 - 1990)
12. Drs. H. Slamet (menjabat tahun 1990 - 1995)
13. Drs. H. Ernomo (menjabat tahun 1995 - 2000)
14. Ir. Mulyadi WR (menjabat tahun 2000 - 2005)
15. Soeharto (menjabat tahun 2005 - sekarang)

Pariwisata

Trenggalek mempunyai banyak tempat peristirahatan dan tempat wisata yang mempunyai keindahan yang masih asli belum terubah oleh keadaan jaman, misalnya goa, pantai, dan pegunungan yang asri.

Gua yang terkenal "Gua Lowo" konon terkenal banyak kelelawarnya di dalam gua tersebut, tak jauh dari gua ini (kurang lebih 6 km) terdapat Pantai Prigi yang indah. Kurang lebih 2 km ada pantai pasir putih dengan pasirnya yang putih bersih. Baik di dekat pantai prigi maupun pantai pasir putih banyak tempat penginapan. Selain itu juga disebelah timur pantai pasir putih terdapat Pantai Karanggoso,dan yang tak kalah menariknya ada juga pantai Damas yang masih dengan keindahan alaminya.

  • Pantai Karanggongso
header.jpgPantai Karanggongso terletak 3 km dari pantai Prigi yang terkenal dengan pasir putihnya yang sangat bagus untuk berenang dan mandi. Tidak jauh dari pantai tersedia banyak restoran yang menyajikan bermacam-macam makanan nusantara termasuk seafood serta hotel dan penginapan yang relatif murah. Juga tersedia penyewaan boat.
karanggongso2.jpg
karanggongso1.jpg
  • Pantai Prigi
Walaupun di pantai ini juga tempat pelelangan dan pengolahan ikan, namun pantai prigi sangat panjang dan memiliki keindahan yang lain dibanding dengan pantai karanggongso yang berpasir putih. Melihat pemandangan kapal-kapal yang berlabuh dibawah pohon kelapa yang rindang, memiliki tampat yang luas untuk bermain diatas pasir hitam.
prigi.jpg letak3.jpg
  • Pantai Damas
damas.jpgPantai Damas terletak didesa Karanggandu, sekitar 5 km disebelah barat pantai Prigi. Pantai ini masih belum banyak dikembangkan, sehinnga dibandng pantai lain di Kec. watulimo pengunjungnya masih sedikit. Memiliki batu-batu karang disepanjang pantai.
  • Pantai Pelang

pelangs1.jpgPantai Pelang terletak dikecapatan Panggul, agak jauh dari kota Trenggalek. Namun demikian bisa ditempuh dengan kendaraan umum dari terminal bus trenggalek jurusan Lorok-Pacitan. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang relatif tenang. Tidak jauh dari pantai ada air terjun yang indah dengan mitos, bila mandi dibawahnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit . Disepanjang jalan ke air terjun, juga terlihat tebing-tebing yang tinggi.

pelang2.jpg pelang4.jpg pelang1.jpg
  • Gua lowo

Obyek wisata yang tak kalah menariknya dengan obyek-obyek wisata yang lain adalah Obyek wisata Gua lowo. Disamping mengagumi keajaiban alamnya, gua lowo juga menyimpan berbagai misteri. Gua Lowo terletak di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek kurang lebih 30 KM. dari Kota Trenggalek juga 30 km dari Kota Tulungagung atau kurang lebih 180 km dari Kota Surabaya ke arah pantai selatan tepatnya ke arah Pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau serta satu jalur dengan obyek wisata Pantai Prigi inilah yang membuat makin mudah bagi pengunjung kerena bisa dalam bentuk satu paket wisata. guo_lowo_9.jpgBegitu tiba di Guo Lowo pengunjung akan disambut suasana udara pegunungan yang sejuk dengan aroma hutan jati yang khas, karena lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut gua, jalan yang sudah dipaving bersih membelah diantara teduhnya pepohonan kayu jati ini. Begitu melewati mulut gua, kita langsung disambut ruang gua pertama yang sangat luas bagaikan aula. Langit - langit gua setinggi kurang lebih 20-50 meter, lebar gua sekitar 50 m. Mulai dinding gua dipenuhi dengan panorama dan beraneka macam bentuk. Keindahan dinding gua dengan stalagtit menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sini, semakin terlihat artistik dengan sinar tata sedemikian rupa menambah warna semakin menarik. Berdasarkan survei ahli gua Mr. Gilbert Manthovani dan Dr. Robert K Kho tahun 1984 dinyatakan bahwa Guo Lowo gua alam terbesar di Asia Tenggara bahkan di Asia dengan panjang gua 800 Meter dengan rata - rata ruang luas terdapat 9 (sembilan) ruang utama dan beberapa ruang kecil.

guo_lowo_5.jpg
guo_lowo_8.jpg

KISAH PENEMUAN GUO LOWO Seorang bernama Lomedjo masuk hutan mencari tempat untuk melaksanakan semedi. Dan diketemukan gua kecil yang dianggap cocok untuk bertapa yakni sebuah gua dekat dengan kedung yang berwarna kebiru-biruan. Yang pada akhirnya gua tersebut dinamakan Kedung Biru. Letak Kedung kurang lebih 600 meter timur laut Guo lowo Petilasan ini ternyata sampai saat ini masih digunakan orang - orang untuk bertapa. Hal ini melihat bekas - bekas peralatan tertinggal di gua Kedung Biru. guo_lowo_6.jpgDari hasil upaya puasa, semedi dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, akhirnya mendapatkan hasil. Mbah Lomedjo mendapat mimpi bahwa sekitar tempat dia bertapa ada sebuah gua besar te bersembunyi hewan - hewan buruan dengan aman. Suatu ketika, diketemukan mulut gua yang besar, gelap dipenuhi kelelawar dengan bau yang menyengak hidung. Tanpa disadari mereka selalu menyebut gua dengan;Guo Lowo( Bahasa Jawa Kelelawar adalah Lowo). Hingga sekarang gua tersebut bernama Guo Lowo, pertapaan Kedung terletak 600M timur Gua Lowo GUO LOWO SEKARANG SEBAGAI OBYEK WISATA YANG MENARIK Mengagumi keindahan Guo Lowo yang dengan warna warni stalagtit dan stalagmit, di suasana alam lingkungan gua yang sejuk dan asri itu, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun 1984 sudah ada upaya untuk mempromosikannya sebagai obyek wisata. Kendatipun demikian keterbatasan dana dan situasi yang kurang menunjang saat itu, maka pengembangannya sangat lamban sehingga belum banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan. Gua yang besar dan panjangnya kurang lebih 800 M ini telah dilengkapi sarana penerangan listrik dan jalan buatan sehingga mudah untuk mengamati macam bentuk artistik alami dari stalagtit dan stalagmit. Suasana sejuk dan segar karena air bersih yang gemercik mengalir di bawa gua membuat suasana yang nyaman.

guo_lowo_2.jpg
guo_lowo_3.jpg
Di luar gua telah dibangun, dilengkapi arena mainan anak - anak. Pada hari libur seringkali juga ada hiburan musik yang diatraksikan dipanggung gembira. Ada Angkutan umum dari kota Trenggalek ke Durenan kemudian ke Guo Lowo. Sumber: Dept.Pariwisata Kab. Trenggalek. Bertempat di Desa Tawing Kecamatan Munjungan, sekitar 4 KM arah timur dari Kantor Camat Munjungan atau 50 km arah barat daya dari Kabupaten Trenggalek. Pantai ini masih sangat alami dan berpasir putih. Bertempat di Desa atau Kecamatan Munjungan, 47 Km arah barat daya dari kota Kabupaten Trenggalek. Pantai ini berombak besar dan masih sangat alami dengan panjang pantai sekitar Km. Pantai ini cocok untuk surving. Bertempat, di Desa Nglebeng Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, sekitar 2 Km arah ke timur pantai Pelang. Berombak besar dan sangat cocok untuk selancar. Peta Wisata Kota Trenggalek
Jarak Tempuh Menuju Obyek-obyek Wisata Kabupaten Trenggalek dari Kota-kota di Jawa Timur
Wisata Budaya Larung Sembonyo Upacara tradisional Larung Sembonyo di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo 48 km arah selatan dari kota Trenggalek digelar oleh para nelayan setempat pada bulan Selo jatuh pada hari pasaran Kliwon penanggalan Jawa. Larung Sembonyo atau dikatakan juga Sedekah laut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dari masyarakat nelayan dan sekaligus sebagai peringatan pernikahan Raden Tumenggung Yudha Negara, seorang Kepala Prajurit Mataram, dengan Putri Gambar Inten. Raden Tumenggung Yudha Negara yang nama kecil/aslinya Raden Kramadipa berhasil membuka kawasan Teluk Prigi dengan jaminan bersedia menikahi Putri Gambar Inten, salah seorang Putri Adipati andong Biru. Bersih Dam Bagong Masih dalam bulan Selo penanggalan Jawa, setiap hari Jum'at Kliwon para petani dari 11 desa di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan yang sawahnya mendapat pengairan dari Dam Bagong melaksanakan Upacara Bersih Dam Bagong. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, upacara tersebut juga untuk memperingati jasa pemrakarsa pembangunan Dam Bagong, yakni Menak Sopal. Dikisahkan pada pertengahan abad XVI, Menak Sopal sangat prihatin melihat sawah para petani selalu kekeringan dan gagal panen. Lalu Beliau mengajak masyarakat menaikan air Kali Bagong dengan membuat Dam. Namun, kerja keras tersebut selalu gagal. Setiap begitu selesai dikerjakan, Dam tersebut runtuh. Dari wangsit yang diperoleh, Dam harus diberi tumbal Gajah Putih. Dengan berbagai upaya, Gajah Putih berhasil diperoleh Menak Sopal dan dijadikan tumbal Dam tersebut. Sekarang, dalam setiap peringatan Bersih Dam Bagong dikorbankan seekor kerbau sebagai pengganti Gajah Putih. Setelah disembelih, kepala dan daging kerbau tersebut dilempar ke "Kedung Kali Bagong" dan masyarakat beramai-ramai menceburkan diri ke sungai untuk berebut kepala dan daging tersebut. Acara ini dilanjutkan dengan Ruwatan Wayang Kulit dengan cerita Udan Mintoyo serta ziarah ke makam Menak Sopal yang biasa dikunjungi peziarah setiap hari Jum'at Kliwon. Kesenian Jaranan Turonggo Yakso Kesenian ini merupakan kesenian khas Kabupaten Trenggalek yang penciptaannya diilhami oleh pengalaman masyarakat setempat. Tidak seperti jaranan yang banyak terdapat di daerah lain, Turonggo Yakso menggunakan kuda kepang yang terbuat dari kulit sapi/kerbau dan berkepala raksasa berambut tebal. Gerak tari dan gendhing pengiringnya sangat dinamis dan energik. Konon, Turonggo Yakso menggambarkan kemenangan warga desa dalam mengusir mara bahaya yang menimpa desanya (digambarkan sebagai raksasa). Tiban Tiban juga merupakan kesenian tradisional Trenggalek yang sampai kini masih tumbuh subur di pelosok pedesaan. Pada mulanya Tiban adalah tradisi anak-anak gembala yang berebut air untuk ternaknya saat kemarau panjang. Secara berkelompok, mereka beradu kekuatan dengan menggunakan senjata cambuk. Di tengah-tengah perkelahian mereka, hujan turun dengan derasnya. Oleh karena itu, tradisi tiban ini hingga sekarang dilakukan pada setiap musim kemarau sambil memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa akan turunnya hujan. Kesenian tradisional ini menggunakan cambuk yang terbuat dari lidi enau/aren yang dipintal. Permainan ini dipimpin oleh seorang "Landang" yang biasanya berkarakter bijak, menguasai peraturan permainan, dan paling senior. Iringan irama gamelan pelog dan gendang yang dinamis menggugah pemain untuk semakin bersemangat dan energik untuk saling mencambuk. Seni Tayub Seni Tayub merupakan tari pergaulan yang sampai sekarang masih mengakar kuat di kalangan masyarakat Trenggalek. Tari ini sering dipentaskan guna memeriahkan acara-acara seperti pernikahan, khitanan, ulang tahun, dan lain-lain. Pegon dan Brung Kesenian tradisional ini masih termasuk jenis kesenian jaranan / kuda lumping dengan corak dan tipe yang lain lagi. Walaupun gerak tari dan irama gendhingnya berbeda dengan Turonggoyakso, ritme gerak tari dan gendhing tersebut tetap dinamis dan penuh magis. Kegiatan di Kota Trenggalek Peringatan Hari Jadi Trenggalek Berdasar hasil penggalian tim sejarah Trenggalek, yakni Prasasti Kamulan, Kabupaten Trenggalek berdiri pada 31 Agustus 1194 M. Setiap tahun "Hari Jadi" ini diperingati oleh masyarakat Trenggalek dengan menyelenggarakan upacara adat di Pendopo Kabupaten. Sehari sebelum peringatan, dilakukan acara ziarah ke makam-makam leluhur/pendahulu Trenggalek, malam tirakatan, tadarus dan lain-lain. Dan acara puncak kirab keliling kota diselenggarakan tepat pada tanggal 31 Agustus. Kirab keliling kota diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat Trenggalek dengan berpakaian adat jawa dan diiringi berbagai kesenian dan permainan tradisional. Pada malam harinya, berbagai pertunjukan kesenian digelar. KIRAB PUSAKA, Para punggawa Pemerintah Kabupaten Trenggalek melaksanakan kirab pusaka mengelilingi pendopo. Hari Raya Ketupat/Kupatan Tradisi Hari Raya Ketupat di Kecamatan Durenan berawal dari kebiasaan seorang ulama setempat yang hidup sekitar abad XIX. Saat itu, setelah melaksanakan Sholat Ied, seperti tradisi pada umumnya, warga Durenan saling bersilaturahmi. Lepas tanggal 1 Syawal, mereka melaksanakan puasa sunah selama enam hari, yaitu tanggal 2 sampai 7 Syawal. Usai puasa sunah tersebut pada hari ketujuh, mereka mengadakan perayaan ketupat atau lazim disebut dengan "Bada Ketupat atau Kupatan". Dalam perayaan tersebut, para ulama setempat mengadakan silaturahmi ke Trenggalek untuk menghadap Bupati yang saat itu lazim dipanggil "Ndoro Kanjeng". Pada saat itu sudah menjadi kebiasaan bagi Penguasa Trenggalek bahwa Ndoro Kanjeng mengadakan semacam Open House pada Hari Raya Idul Fitri ke-tujuh. Konon sebagai oleh-oleh dari Durenan, para tamu mempersembahkan ketupat kepada Ndoro Kanjeng. Tradisi ini terus berlanjut sampai sekarang dan dari tahun ke tahun pelaksanaannya semakin meriah. Semua tamu, baik sudah kenal atau belum, akan memperoleh hidangan ketupat setiap bersilaturahmi ke rumah-rumah warga Durenan. Olah Raga Jalan Wisata Agenda olah raga sehat, murah, meriah dan relatif aman dari resiko kecelakaan ini dilaksanakan antara bulan September dan Oktober dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional, Hari Pemuda, Hari Kesehatan Nasional, Hari Pariwisata Internasional dan menyelenggarakan promosi wisata. Motto dari olah raga jalan wisata adalah memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat serta olah raga wisata dan wisata olah raga dengan jarak tempuh 15 km, start di lapangan Kecamatan Durenan dan finish di obyek wisata Guo Lowo melewati jalur jalan raya Durenan-Bandung-Guo Lowo. Selain menikmati keindahan obyek wisata Guo Lowo, para peserta juga mendapat kesempatan untuk memenangkan undian hadiah spektakuler yang disediakan panitia. Peserta terdiri dari berbagai tingkatan usia baik dari dalam maupun luar kota Trenggalek. Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Setiap menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, semua lapisan masyarakat Trenggalek, mulai dari tingkat RT sampai dengan Kecamatan berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun tersebut dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti: panggung hiburan, pawai kesenian karnaval, pawai sepeda hias, pawai pembangunan, pameran, olah raga, bhakti sosial dan lain-lain. Kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan mulai tanggal 1 sampai 19 Agustus dan dipusatkan di alun-alun / depan Pendopo Kabupaten Trenggalek. Jadwal pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan tersebut biasanya dipampang juga di alun-alun Trenggalek sehingga bisa diakses dengan mudah oleh para pengunjung dan mereka tidak akan ketinggalan seluruh atraksi / kegiatan yang diselenggarakan.

Hotel di Kota Trenggalek:

Hotel Widoawati

Jl. Soekarna-Hatta 19 Trenggalek Telepon: +620 355 791 109 Info lain: 36 kamar, fasilitas: AC, TV, Restaurant. Foto: tidak tersedia
Hotel Gotong Royong Jl. Dewi Sartika Trenggalek Telepon: +620 355 791 645 Info lain: 26 kamar, fasilitas: AC, TV, Telepon Foto: tidak tersedia
Hotel Abadi Jl.RA Kartini Trenggalek Telepon: +620 355 791 687 Info lain: 10 kamar, fasilitas: Fan Foto: tidak tersedia
Hotel Hayam Wuruk Jl. Soekarna-Hatta 2 Trenggalek Telepon: +620 355 792 520 Info lain: 49 kamar, fasilitas: AC, TV, telepon, Restaurant,Air panas, meeting hall. Foto: tidak tersedia

Hotel dan resort di Prigi dan Karanggongso

Hotel Prigi dan Resort Pantai Prigi - Watulimo Trenggalek Telepon: +620 355 551 180 Info lain: 26 kamar, fasilitas: AC, TV, Telepon, Ruang Tamu, Air Panas, Parkir, Meeting Hall, Restoran, Tennis court. Foto: tidak tersedia
Pondok Prigi & Cottage Pantai Karanggongso - Watulimo Trenggalek Telepon: +620 355 551 187 Info lain: 28 kamar, fasilitas: AC, Ruang Tamu, Air Panas, Parkir, Meeting Hall, Restoran, Tennis court. Foto: tidak tersedia Hotel Logano Pantai Karanggongso - Watulimo Trenggalek Telepon : +620 355 551 272 Info lain: 10 kamar, fasilitas: Fan Foto: tidak tersedia Grand Hotel Pantai Karanggongso-Watulimo Telepon: +620 355 791 259 Foto dan info lain tidak tersedia

Hotel di Panggul

Penginapan Purnama Ds. Wonocoyo, Kec. Panggul Telepon: tidak tersedia Info lain: 10 kamar, fan

Modal Pembangunan Trenggalek

Apa yang dapat kita petik dari sejarah panjang tersebut? Apakah modal dasar yang dapat digunakan untuk membangun Trenggalek? Pertama, modal spiritual, berupa kebanggaan, rasa percaya diri yang lebih tinggi, semangat dan tekad yang kuat untuk dapat membangun Trenggalek yang lebih molek. Banyak tradisi dan nilai-nilai sejarah yang harus digali lebih banyak lagi.

Pertama, perlu rekonstruksi sejarah Kabupaten Trenggalek untuk modal spiritual yang akan digunakan untuk membangun Trenggalek. Buku-buku sejarah lama perlu dilestarikan sebelum rakyat daerah ini melupakannya untuk selama-lamanya. Penulsian buku sejarah lama ini perlu dianggarkan dalam APBD, seperti Sejarah Minak Sopal, Prasasti Kampak, Prasasti Kamulan, Sejarah Dam Bagong, Inventarisasi Situs-situs Sejarah Lama, Sejarah Perjalanan Jenderal Sudirman, dan masih banyak lagi yang lain.

Kedua, perlu peningkatan sumber daya manusia. Anak-anak dari Trenggalek telah dikenal dengan anak-anak yang cerdas, tidak kalah dengan anak-anak yang berasal dari daerah lain. Boleh jadi hal ini akibat dari pola makan dengan ikan dan sayur-sayuran. Orangtua kita selalu meminta kepada anak-anaknya, “ayolah makan ikan dan sayur, agar menjadi cerdas”. Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus mampu menyediakan anggaran minimal 20% untuk pendidikan. Berikanlah kesempatan kepada agar anak-anak yang terbaik dari daerah ini memperoleh beasiswa dari pemerintah kabupaten untuk mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan terbaik di negeri ini, kemudian mewajibkan mereka untuk dapat kembali membangun tanah kelahirannya. Kalau Menak Sopal dipercaya telah mampu membangun Dam Bagong pada masanya, kenapa dalam era teknologi informasi ini tidak ada satu pun dam atau bendungan yang dapat dibangun di daerah ini.

Ketiga, perlu inventarisasi sumber daya alam yang cukup melimpah, seperti kekayaan laut pantai Selatan, baik Pantai Sumbreng dan Pantai Prigi yang indah dan kaya, kekayaan sumber daya pertanian dan perkebunan yang cukup potensial. Sebagai contoh, kawasan Kecamatan Munjungan dikenal sebagai daerah yang “munjung-munjung pangan”. Daerah ini pernah menjadi sumber pangan bagi penduduk dari daerah sekitarnya, seperti Panggul, Dongko, Kampak, dan Gandusari, bahkan penduduk dari kabupaten tetangga lainnya. Selain itu, Trenggalek harus kembali berjaya sebagai penghasil cengkeh yang terkenal. Setidaknya telah dikenal pada masa pemerintahan Bupati Sutran.

Keempat, perlu analisis berbagai masalah yang dihadapi oleh Kabupaten Trenggalek. Bukan saja masalah yang terkait dengan sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDM), tetapi juga yang terkait dengan manajemen pemerintahanya.

Kelima, berdasarkan keempat modal dasar pembangunan tersebut, maka disusunkan satu rencana strategis pembangunan Kabupaten Trenggalek untuk sepuluh atau dua puluh lima tahun mendatang. Dalam rencana strategis tersebut dirumuskanlah berbagai kebijakan pembanunan Kabupaten Trenggalek, berbagai program dan kegiatan inovatif yang akan dilaksanakan oleh pemerintah dan seluruh rakyat Kabupaten Trenggalek.

Program dan Kegiatan Inovatif

Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor. Demikian petuah Steve Jobs, pendiri Apple Computer kepada para pemimpin di negeri ini, termasuk pemimpin yang telah diberi amanat rakyat untuk memimpin Kabupaten Trenggalek. Pertanyaan besar yang perlu dijawab dalam tulisan ini adalah tentang program dan kegiatan yang inovatif yang harus dilahirkan. “Dengarkan keinginan rakyat, jadikan itu sebagai program kerja pemerintah, dan laksanakan dengan gagah berani”. Demikianlah pengalaman dari Wen Jia Bao, Perdana Menteri China, ketika mendapatkan amanat untuk memimpin Cina. Dengan demikian, dengarlah suara rakyat. Rumuskanlah program dan kegiatan inovatif itu sesuai dengan suara rakyat. Laksanakanlah program dan kegiatan inovatif itu dengan gagah berani, secara konsisten dan konsekuen. Dalam artikel sebelumnya, penulis telah menyampaikan pemikiran tentang dua sektor unggulan pembangunan, yakni pembangunan jalan dan pendidikan. Karena kedua sektor itu memiliki multiflier effect yang besar kepada sektor pembangunan lainnya. Program dan kegiatan inovatif dalam tulisan ini antara lain juga meliputi kedua sektor unggulan tersebut.

Program pertama, pembebasan biaya pendidikan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Program ini memang terkesan masih untuk pilar pemerataan dan peningkatan akses. Namun dalam jangka panjang, program itu harus berorientasi pada pemberian layanan pendidikan yang bermutu.

Program kedua, pemberian beasiswa bagi siswa yang berprestasi luar biasa, baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. Program ini bukan bersifat massal, tetapi program yang bersifat edukatif, bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan sumber daya manusia yang bermutu.

Program ketiga, peningkatan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar. PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan) dan CTL (contextual teaching and learning) harus diterapkan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.

Program keempat, pembangunan jalan tembus ke daerah-daerah yang masih terisolasi. Pelebaran jalan dari Kampak ke Munjungan, sebagai contoh, merupakan program inovatif yang sangat positif. Pemberdayaan masyarakat dengan pola pemberian subsidi stimulan perlu diperbanyak. Jangan memberikan subsidi yang justru akan mematikan prakarsa dan kreativitas masyarakat. Pola subsidi fifty-fifty dapat diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat, artinya pemerintah daerah 50% dan warga masyarakat menyediakan swadaya 50%. Jika program subsidi stimulan ini dapat diterapkan oleh pemerintah, pastilah jalan di kampung-kampung akan mulus. Dengan demikian, geliat pertumbuhan ekonomi dan sosial di kampung itu dapat berkembang.

Program kelima, peningkatan industri kecil dan kerajinan rakyat. Program ini bisa berupa revitaliasasi dari kegiatan yang sudah ada sebelumnya, atau membangun program baru yang sebelumnya belum pernah ada. Kerajinan batik Trenggalek termasuk program yang perlu direvitalisasi. Kalau tidak, generasi muda Trenggalek tidak akan dapat melihat lagi kerajinan ini lagi ke depan. Kerajinan makanan khas Trenggalek termasuk yang masih ada, meski dalam kondisi yang kurang dapat berkembang. Kita perlu belajar dari pengalaman Sumatera Barat yang telah berhasil mengembangkan produk kerajinan makanan, seperti kripik balado dan sejenisnya. Produk-produk makanan tersebut telah dikemas dengan baik. Sementara produk makanan di Trenggalek masih dikemas dengan besek-besek yang tidak terlalu menarik.

Program keenam, penanaman tanaman produktif. Dahulu Trenggalek dikenal dengan program turinisasi atau penanaman pohon turi di sepanjang jalan-jalan di kota dan desa. Program cengkehisasi juga pernah digalakkan oleh Bupati Sutran. Oleh karena itu, Bapak Sutran sangat terkenal karena program tersebut. Gerakan penanaman satu juta tanaman harus dapat memotivasi masyarakat untuk ikut menanam tanaman produktif. Alangkah baiknya jika program ini diikuti dengan satu gerakan pembuatan biopori, yakni pembuatan lubang sedalam 80 cm dan diameter 10 cm. Langkah selanjutnya memasukkan sampah organik yang telah dipotong-potong kecil atau sampah organik yang sudah lapuk sebanyak dua hingga tiga kilogram, tergantung jenis sampah, ke dalam lubang tersebut (Ir. Kamir R. Brata, MS, ahli ilmu tanah di Institut Pertanian Bogor). Sebagai tokoh panutan, bupati harus dapat menyosialisasikan program ini kepada para camat, dan selanjutnya para camat dapat menyebarluaskan program yang sangat baik ini kepada para kepala desa atau perangkat RT dan RW di desa itu. Dalam perjalanan dari Maumere ke Ende di Provinsi NTT, penulis sempat mengagumi lebatnya pohon kemiri yang tumbuh di kiri kanan jalan yang berkelok-kelok seperti dari Kampak ke Munjungan. Jika di sebelah kiri kanan jalan dari Kampak – Munjugan ditanam pohon kemiri, atau pohon pucung yang menghasilkan kluwak, maka Trenggalek akan menjadi salah satu pemasok kluwak terbesar di Indonesia. Dengan demikian, nasi rawon, makanan khas Jawa Timur akan dapat meningkatkan pendapatan perkapita penduduk, dan sekaligus akan meningkatan PAD.

Program ketujuh, pembangunan pasar tani, pasar rakyat, atau pasar tradisional lainnya. Jika setiap kota sekarang ini telah lahir bak jamur di musim penghujan pasar swalayan, pasar serba ada, mal-mal, dan sejenisnya, maka sebaiknya pemerintah kabupaten lebih memperhatikan pada pengusaha kecil dan menengah untuk terlibat secara aktif dalam bidang bisnis. Jika Kota Kuala Lumpur sangat terkenal dengan Petaling Street-nya, Kota Yogyakarta terkenal karena Malioboro-nya, maka Kota Trenggalek perlu membangun berbagai jenis pasar tradisionalnya. Perlu kita ketahui bahwa pedagang yang berjualan di pasar tradisonal itu sama sekali tidak minta subsidi pemerintah. Tetapi mereka justru telah berani membuka lapangan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidunya. Mereka belajar untuk menjadi pedagang yang berhasil. Jika bangunan pasar tradisional belum dapat disediakan, maka mereka dapat memilih lokasi jalan yang dapat dibuka untuk kegiatan pasar. Dari sore hari sampai subuh, para pedagang dapat berjalan di kawasan ini, dengan catatan bahwa setelah subuh jalan itu harus sudah bersih dari barang dagangannya. Cara ini dapat menjadi upaya pemecahan untuk secara pelan tetapi pasti membersihkan para pedagang kaki lima. Dengan cara seperti itu aparat dan rakyatnya tidak akan pernah bertanding gulat. Pemerintah daerah pun dapat memperoleh retribusi dari program dan kegiatan pasar tradisional ini. Hasil laut dan hasil bumi yang dihasilkan oleh para petani dan nelayan akan dijual di pasar ini. Penulis sering berbelanja di Petaling Street Kuala Lumpur, karena pernah selama lima tahun bekerja di negeri jiran ini. Penulis juga sering berbelanja di Malioboro, karena pernah bekerja selama dua tahun di Kota Yogyakarta.

Program kedelapan, pengembangan kawasan wisata terpadu. Kawasan wisata alam di Trenggalek memang masih obyek wisata yang menjanjikan, terutama wisata laut. Kawasan Gua Lawa masih menjadi salah satu kawasan wisata yang telah dikenal publik. Tetapi wisata hutannya memang masih memprihatinkan. Tahun kemarin terjadi banjir bandang di kawasan kota Trenggalek. Tahun ini banjir terjadi di Panggul. Tahun depan entah dimana lagi? Sudah tentu bencana itu merupakan hasil dari tangan-tangan manusia. Banyak bukit dan gunung yang memang gundul. Sebelah kiri dan kanan jalan menanjak-menurun dari Kampak – Munjungan, akan lebih indah jika dapat dihijaukan. Kalau ada investor yang mau membangun waduk di kawasan lembah antara dua gunung di daerah Kampak, tentu akan menjadikan kawasan ini sebagai kawasan wisata terpadu yang sangat indah. Pada awal tulisan ini, kalau pada zaman pemerintahan Minak Sopal telah berhasil membangun Dam Bagong, kenama di era sekarang ini pemerintahan Bupati H. Soeharto tidak mampu membangun satu pun dam di Kabupaten Trenggalek?

Program kesembilan, pelayanan terpadu masyarakat. Kabupaten Sragen, Provinsi Jateng sering disebut sebagai pelopor pengembangan sistem pelayanan masyarakat satu atap. Pembutan KTP, permohonan IMB, dan puluhan jenis layanan masyarakat di Kabupaten Sragen telah dapat dilayani secara lebih cepat dan bebas dari pungutan yang memberatkan masyarakat. Dengan sistem pelayanan satu atap, maka yang untung adalah rakyat dan sekaligus pemerintah daerah. Dengan penerapan sistem ini, PAD pun meningkat drastis. Jika program inovatif ini dapat diterapkan di Trenggalek, maka tidak mustahil Trenggalek akan menjadi daerah yang menjadi kebanggaan rakyatnya.

Lembaga Pendidikan di trenggalek
Kabupaten trenggalek dengan kondisi daerah yang terdiri dari dataran rendah dan pegunungan memiliki sarana pendidikan mulai PAUD, TK, SD, SM P, SMA, SMK, Madrasah (MI, MTS, MA) yang tersebar di kecamatan di kabupaten trenggalek. Lembaga pendidikan tinggi dikabupaten trenggalek terletak di ibu kota kabupaten. Kerajinan Kota Trenggalek Bentuk Kerajinan
No. Bentuk Industri / Kerajinan Nama / Pengusaha / Alamat
1. MARMER DAN BATU BOBOS WATUAGUNG (Bp. Ivan Hadi) Kel. Ngantru, Kec. Trenggalek, Telp. (0355) 791221
2. ANYAMAN BAMBU DAN FURNITURE DARI BAMBU BAMBU INDAH (Bp. Sukatno) Ds. Wonoanti, Kec. Gandusari Telp. (0355) 811050
3. KONFEKSI - RAHAYU (Bp. Saiful Anam)
- MABRUR (Bp. Imam Hambali) Ds. Sumbergayam, Kec. Durenan
- BATIK TULIS "RAHAYU"(Bp. Sukono) Jl. KH Ahmad Dahlan No. 22 Trenggalek Telp. (0355) 791521
- ZAKO JEANS (Bp. Komarudin) Ds. Sukorejo-Bandung Kec. Gandusari Telp. (0355) 811180
- NOVA INDAH (Ibu Ria Qoiriyah) Ds. Kamulan Kec. Durenan Telp. (0355) 879536
- ZONA EMBOIDERY (Ibu Maryam Zunar) Ds. Kamulan Kec. Durenan Jl. Raya Trenggalek-Tulungagung Telp. (0355) 879622
- RIMAS COLLECTION (Ibu Ridwan) Perumahan Taman Agung Tamanan Kec. Trenggalek
4. MAKANAN KHAS - TEMPE KRIPIK Kel. Tamanan, Kel. Ngantru Kec. Trenggalek Ds. Karanganyar Kec. Gandusari
- MANCO Kel. Ngantru Kec. Trenggalek Ds. Sugihan Kec. Kampak
- ALEN-ALEN Kel. Sumbergedong, Kel. Surodakan, Kel. Ngantru Kec. Trenggalek
5. GENTENG DARI TANAH LIAT - Ds. Kamulan, Baruharjo, Gador, Pakis, Sumberejo, Kec. Durenan
- Ds. Sukorejo, Wonorejo, Wonoanti, Gandusari Kec. Gandusari
- Ds. Sukowetan Kec. Karangan
- Ds. Petung Kec. Dongko
- Ds. Munjungan Kec. Munjungan
Produk Unggulan Kota Trenggalek
No. Produk Unggulan Lokasi
1. Kripik tempe, alen-alen, batik tulis, dan pati ketela Kecamatan Trenggalek
2. Susu perah, durian, apokat, ketela, jagung, pati ketela, dan empon-empon Kecamatan Bendungan
3. Kerajinan keset, konveksi, dan pati ketela Kecamatan Pogalan
4. Bordir/konveksi, genteng, kakao, jenang dodol dan kerajinan bambu Kecamatan Durenan
5. Besek bambu, industri tahu, buah blimbing, dan pati ketela Kecamatan Tugu
6. Pete, sayur mayur, pisang, empon-empon, sirup jahe, minyak cengkih, ubi kayu dan lain-lain Kecamatan Pule
7. Buah mangga, dan kakao Kecamatan Karangan
8. Umbi-umbian dan kakao Kecamatan Karangan
9. Industri genteng, kerajinan, anyaman bambu dan konveksi Kecamatan Gandusari
10. Buah pisang, durian, manggis, gula merah dan manco Kecamatan Kampak
11. Ikan laut, ikan hias, sarang burung walet, buah manggis, durian, pisang, salak, kelapa, gula merah, minyak nilam, dan ikan pindang Kecamatan Watulimo
12. Minyak cengkih, kambing PE, ubi kayu dan buah salak Kecamatan Dongko
13. Ikan laut, sarang burung walet, pisang, kelapa, durian, ubi kayu, udang laut dan minyak nilam Kecamatan Munjungan
14. Ikan laut, sarang burung walet, ubi kayu, pisang, kelapa, pati ketela Kecamatan Panggul
Petambangan
No. Jenis Penggunaan Lokasi
1. Sirtu Bahan Bangunan Kec. Trenggalek, Pogalan, Panggul, Bendungan
2. Batu Gamping Bahan bangunan/bahan pemutih/campuran semen Kec. Karangan, Suruh, Panggul, Kampak, Bendungan, Gandusari, Watulimo
3. Kalsit Bahan pemutih kaca, cat gelas, pelapisan kertas, dll Kec. Panggul, Gandusari
4. Andesit Bahan bangunan / kerajinan Kec. Karangan, Suruh, Panggul, Kampak, Pogalan, Trenggalek, Bendungan
5. Traas Bahan campuran / bahan batako Kec. Karangan, Panggul, Watulimo, Gandusari
6. Marmer Bahan bangunan, kerajinan, bahan hias Kec. Karangan Panggul, Watulimo, Kampak, Bendungan, Dongko
7. Dlorite Bahan bangunan / bahan pondasi dan alas jalan Kec. Watulimo, kampak
8. Batu lempung (ball cly) Batu tahan api, campuran keramik, gerabah Kec. Bendungan, Dongko, Durenan
9. Poldspar Bahan fluk, industri keramik, gelas, kaca Kec. Karangan, Suruh
10. Batu Bobos Kecenderungan toseki, sebagai bahan keramik atau pengerjaan yang sederhana sebagai hiasan yang khas Kec. Tugu, Pule, Gandusari, Pogalan, Karangan
11. Kaolin Campuran bahan keramik, industri cat, kertas, karet, gerabah, plastik Kec. Karangan, Bendungan, Pule, Trenggalek
12. Piropilit Industri keramik, refraktori, kosmetik, industri cat, dan kertas Kec Karangan, Bendungan
13. Toseki Bahan baku keramik, bahan wall tile, floor tile Kec. Karangan
14. Bentonite Bahan penjernih minyak kelapa, pemutih, bahan keramik halus Kec. Karangan
15. Mangaan Bahan industri kimia dan logam Kec. Gandusari, Pogalan
16. Oker Industri cat Kec. Bendungan
17. Batu Bara Bahan energi alternatif briket Kec. Bendungan
18. Batu Besi Industri logam dasar Kec. Munjungan, Panggul
19. Emas Industri logam mulia
20. Zeolite Bahan pupuk Kec. Pule
21. Aluminium Bahan logam Kec. Dongko, Durenan
Bank Dan Shopping Center
BANK RAKYAT INDONESIA Jl. Ahmad Yani No 4, Telp. (0355) 791691
BANK CENTRAL ASIA Jl. Panglima Sudirman 27, Telp. (0355) 791346
BANK NEGARA INDONESIA (BNI) Jl. Dewi Sartika, Telp. (0355) 792746
BANK JATIM Jl. Panglima Sudirman, Telp. (0355) 791675-791676
MONEY CHANGER (PENUKARAN UANG ASING) Jl. Panglima Sudirman/Gedung NU, No. 26 Telp. (0355) 793013
POST OFFICE (KANTOR POS) Jl. Sunan Kalijogo, Telp. (0355) 791663
ALGA PLAZA Jl. Panglima Sudirman - Jl. Dewi Sartika, Telp. (0355) 791138
KHARISMA AGUNG PLAZA Jl. Panglima Sudirman 039, Telp. (0355) 796789
CENTRAL PLAZA Jl. Soekarno - Hatta 76D, Telp. (0355) 796789
INDOMARET Jl. Panglima Sudirman 21, Telp. (0355) 797095
Tansportasi Kota Trenggalek Peta Transportasi
Semua jalan akses menuju ke obyek-obyek wisata bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi yang maksimal berukuran mini bus, kecuali di Kecamatan Watulimo. Obyek-obyek wisata di Kecamatan Watulimo bisa diakses dengan kendaraan maksimal bus. Angkutan Pedesaan
Sarana Transportasi Mobil Penumpang Umum (MPU) Menuju Lokasi Obyek Wisata di Kabupaten Trenggalek
No. Jurusan Kendaraan Kode MPU
1. Trenggalek - Dongko - Panggul Mini Bus U
2. Trenggalek - Suruh - Pule Mini Bus V
3. Trenggalek - Tugu Mini Bus Ap1
4. Trenggalek - Sumurup - Bendungan Mini Bus DD
5. Trenggalek - Kampak - Munjungan Mini Bus S2
6. Trenggalek - Durenan - Bandung - Prigi (Watulimo ) Mini Bus X
Angkutan Antar Kota
Bus Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi yang Menuju Kota Trenggalek :
No. Jurusan Kendaraan / Bus
1. Trenggalek - Surabaya Pelita Indah, Harapan Jaya, Seruni, Baruna, Sri Lestari, dan Jaya Baru
2. Trenggalek - Blitar - Malang Rukun Jaya, Putra Jaya, Akas, Harapan Jaya, Timbul Jaya, Sutra Agung, Dahlia Indah dan Bagong
3. Trenggalek - Banyuwangi Harapan Jaya
4. Trenggalek - Jakarta Handoyo, Mekarsari
5. Trenggalek - Kampak - MunjunganTrenggalek - Ponorogo Jaya, Timbul Jaya
6. Trenggalek - Lorok - Pacitan Aneka Jaya, Cahaya Mulya
7. Trenggalek - Nganjuk Sutra Agung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar